POLDA JATENG PERKUAT ANTISIPASI MASUKNYA RADIKALISME KE LINGKUNGAN KAMPUS

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG –¬†Kepolisian Daerah Jateng terus menjalin kerjasama dengan kampus untuk menekan perkembangan radikalisme di kalangan mahasiswa. Rabu (10/10/2018) mereka menjalin kerjasama dengan Universitas Semarang.

Kapolda Jateng dalam paparannya menyebut berdasar survei dari Alvara Research Center, 23 persen mahasiswa di Indonesia setuju dengan jihad untuk tegaknya khilafah.

Berdasar angka itulah kemudian kampus dipandang harus menjadi fokus untuk menerapkan upaya preventif untuk melakukan deradikalisasi.

“Radikalisme adalah landasan dari terorisme, untuk melawannya demokrasi pancasila harus dijaga,” terang Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dihadapan mahasiswa.

Dia memaparkan, survei tersebut dilakukan kepada 1.800 mahasiswa yang tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat antisipasi masuknya paham radikal ke lingkungan kampus.

“Perjanjian antara kepolisian dengan kampus ini nantinya akan mewadahi info jika ada paham radikalisme di lingkungan kampus,” imbuh Condro.

Sebaliknya dari pihak kampus juga akan difasilitasi jika ingin menggelar seminar-seminar dengan tema pencegahan paham radikal di kampus.

Selain melakukan perjanjian kerjasama baik Polda Jateng maupun Universitas Semarang, siang itu juga menggelar seminar tentang peran perguruan tinggi dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme.

Diikuti oleh ratusan mahasiswa, dosen, hingga kepolisian, seminar itu juga mengundang narasumber mantan gubernur Lemhanas yang juga seorang guru besar, Prof Dr Muladi.

“Saya berterimakasih kepada Prof Muladi karena diundang ke sini. Beliau yang memprakarsai ini. Sehingga di hadapan mahasiswa kami menyampaikan kejadian-kejadian aksi terorisme yang ada di Jateng dan apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya,” imbuh jenderal bintang dua tersebut. (*)

Sumber : Tribunjateng.com,
Editor: muslimah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *