Pasca Pemilu Serentak, FP2I Serukan Kembali ke Persatuan Bangsa

Forum Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (FP2I) menyerukan kembali dalam persatuan dan kesatuan bangsa pasca pemilu serentak 2019. Berbagai peristiwa sebelum dan sesudah pemilu menimbulkan ketegangan dan kerenggangan di masyarakat.

Seruan FP21 disampaikan dalam Halaqah Kebangsaan pasca pemilu serentak 2019 sekaligus perayaan harlah Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta ke-34 di Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (25/4) malam.

Dalam ceramahnya, ulama karismatik asal Pekalongan, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya berpesan umat Islam di tanah air agar tidak mudah dipecah belah. Terutama oleh kabar bohong (hoaks) serta fitnah.

“Jangan mudah dipengaruhi informasi yang tidak benar, jangan mau dipecah belah,” ungkap Habib Luthfi.

Umat Islam diimbau belajar kepada ulama dan tokoh terdahulu yang berjuang dmengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan bangsa dan negara. Ulama dahulu paham batasan, tidak merasa diri paling benar dan menganggap orang lain salah, termasuk ketika berbeda keyakinan.

“Tugas kita sekarang, mari kita sama-sama jaga dan rawat NKRI ini dengan meneladani ulama terdahulu kita,” tegasnya.

Dalam halaqah kebangsaan ini, FP2I mengeluarkan beberapa seruan kepada masyarakat. Antara lain meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan hasutan apapun untuk memecah belah umat.

“Meminta seluruh masyarakat agar mengakhiri perbedaan pandangan politik dan kembali bersatu untuk keutuhan bangsa,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Payage, Saiful Islam Al-Payage.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *