Tangkal Radikalisme dan Terorisme, BNPT dan FKPT Bentuk Perempuan Agen Perdamaian di Kupang

Dalam rangka menangkal penyebaran radikalisme dan terorisme di kalangan masyarakat melalui pendekatan lunak, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Nusa Tenggara Timur membentuk Perempuan Agen Perdamaian.

Pembentukan Perempuan Agen Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) ini dilaksanakan di Kolbano Ballroom B&B Situs Hotel Kupang pada Kamis (11/5/2019).

Perempuan Agen Perdamaian yang dibentuk juga di 31 provinsi lainnya ini, dibentuk sebagai sinergitas di daerah untuk melaksanakan program pencegahan terorisme.

Dengan adanya Perempuan Agen Perdamaian, program-program pencegahan paham radikal dan terorisme diharapkan dapat menjadi stimulan untuk diteruskan kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah sehingga masyarakat bisa memiliki pemahaman yang sama tentang pencegahan terhadap aksi-aksi terorisme.

Dalam kegiatan pembentukan Perempuan Agen Perdamaian dengan tema pelibatan perempuan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di Kupang, panitia menghadirkan dua pembicara yakni Deputi Pencegahan, Perlindungan dan deradikalisasi BNPT Mayjen Hendry Paruhuman Lubis serta Ketua FKUB Provinsi NTT Dr Maria Theresia Geme SH, MH dengan moderator Ketua Bidang media FKPT NTT Simon Petrus Nilli.

Kepada wartawan usai kegiatan, Mayjen Hendry Paruhuman Lubis menyampaikan bahwa kesannya luar biasa terhadap pelaksanaan kegiatan ini di Kupang.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut harus terus dilakukan mengingat perempuan berada pada posisi sebagai ujung tombak dalam menyebarluaskan perdamaian dan menghindari aksi radikal.

“Ini harus terus dilakukan, kenapa? Karena perempuan sebagai agen perdamaian adalah ujung tombak dari BNPT untuk menyebarluaskan perdamaian dan menghindari aksi aksi radikal atau terorisme yang terjadi di Indonesia,” jelasnya.

Hendrye jelaskan, terhadap kegiatan yang dilaksanakan di
Kupang, ia merasa senang karena antusias dari peserta yang terdiri dari para perempuan dari berbagai kelompok.

“Saya hari ini sangat senang sekali, kenapa? Dari awal saya memaparkan tentang perempuan sebagai agen perdamaian ini, antusias sekali ibu-ibu, tidak ada yang mengantuk, semua memperhatikan dengan serius, karena mereka juga menyadari jangan sampai Kupang yang begitu damai tersusupi oleh paham radikal dan terorisme yang merugikan masyarakat Kupang,” katanya.

Ia mencontohkan, para perempuan bisa belajar dari kasus terorisme di New Zealand dimana tempat yang terkenal akan dan damai itu tiba tiba diteror oleh perilaku terorisme yang mengakibatkan banyak warga meregang nyawa.

“Contohnya New Zealand yang selama ini damai tiba tiba muncul teror,” katanya mengingatkan.

Terkait ancaman radikalisme dan paham terorisme saat penyelenggaraan Pilpres 2019, Hendry mengatakan bahwa seluruh warga masyarakat berkewajiban untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme.

“Pilpres kan sudah ditangani oleh seluruh aparat, tetapi kita mencegah jangan sampai paham paham radikal memanfaatkan pilpres untuk melakukan aksinya,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh kelompok kelompok perempuan dan aktivis perempuan. Pantauan POS-KUPANG.COM di lokasi acara, seluruh peserta antusias dalam kegiatan yang juga menghadirkan Fokus Group Diskusi yang difasilitasi oleh Siti Hanifah dan Gufron dari BNPT

Sumber : POS-KUPANG.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top