Penasehat HIPMA Matra : Harkitnas Momentum Kebangkitan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei Bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), pada peringatan tahun ini maka kita akan memasuki usia peringatan Harkitnas yang ke 111 tahun yang dihitung sejak berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Organisasi Boedi Oetomo digagas pertama kali oleh Wahidin Sudiro Husodo, Sutomo, dan tokoh-tokoh lainnya. Saat itu, ruang geraknya sangat terbatas hanya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Sedangkan anggotanya berasal dari kalangan priayi suku Jawa dan Madura. Barulah sejak tahun 1915, Boedi Oetomo mulai bergerak di bidang politik. Gerakan nasionalisme Boedi Oetomo yang berciri politik, dipengaruhi pula oleh berlangsungnya Perang Dunia I. Dalam situasi itu, pemerintah kolonial Hindia-Belanda membentuk milisi bumiputera, yang berisi warga pribumi dengan pelatihan wajib militer.

Menurut Hasnur (Penasehat Himpunan Pelajar Mahasiswa Mamuju Utara/Hipma Matra), Harkitnas harus menjadi momentum dalam kebangkitan Bangsa Indonesia. “Harkitnas bagi saya seharusnya menjadi momentum untuk kebangkitan bangsa ini, berkaca pada perjuangan pahlawan masa lalu yang berdarah-darah dalam memperjuangkan bangsa ini tanpa melihat golongan, etnis dan suku, semuanya bersama dan bersatu untuk membangun bangsa”, ungkap Hasnur. Penasehat Hipma Matra tersebut juga menambahkan bahwa Harkitnas tahun ini bisa menjadi bahan refleksi di tengah momentum Pemilu 2019, perbedaan pilihan politik itu wajar namun para elit politik harus menunjukkan sikap kedewasaan dan bisa memberi pendidikan politik kepada generasi selanjutnya.

“Apabila ada yang merasa tidak puas maka ada instrumen hukum yang harus diikuti, hal tersebut dapat menjadi sikap bijaksana dan bisa memberi contoh yang baik pada generasi muda sehingga kesatuan dan persatuan bangsa bisa terjaga”, jelas Hasnur. Khusus untuk pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Pasangkayu, Hasnur menilai bahwa secara umum berjalan dengan lancar, adanya riak-riak hanya terjadi pada konteks Pileg. Penasehat Hipma Matra yang juga berprofesi sebagai seorang wartawan tersebut juga menilai bahwa penyelenggara Pemilu secara umum telah berhasil dalam melaksanakan Pemilu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *