PWNU DKI, FPI hingga FBR Komitmen Jaga Kedamaian dan Pancasila

Jakarta – Organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga keagamaan di wilayah DKI Jakarta menggelar acara buka puasa bersama. Dalam agenda tersebut, semua sepakat membuat komitmen menjaga kedaulatan Pancasila.

Acara ini digelar di Gedung PWNU DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Senin (13/5/2019). Hadir para pimpinan dari sejumlah ormas dan lembaga keagamaan. 

Agenda ini mendapat dukungan dari PWNU DKI Jakarta, PW Muhammadiyah Jakarta, Forum Betawi Rempug (FBR), DPD FPI DKI Jakarta, Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) DKI Jakarta, JIC, DMI Jakarta, KODI Jakarta, PW Persis DKI Jakarta, PW Al Washliyah DKI Jakarta, Pengurus Wilayah Syarikat Islam DKI Jakarta.

Selain itu juga dari Majelis Rasulullah, Syamsi Syumus, Laskar Betawi, Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Bamus Betawi, Pw Persis DKI Jakarta, Forkabi, PMD Laskar Merah Putih DKI Jakarta, Darul Hasyimi, Al- Muwasholah, Singa Timur, Bang Japar. Lalu dari MATAKIN DKI Jakarta, FK Ulum DKI Jakarta, FSTM Jakarta, Format Fatahillah, PGIW DKI Jakarta, DPD KNPI DKI Jakarta, serta Himpunan Bina Muallaf Indonesia.

Wasekjen PWNU DKI Jakarta Husny Mubarok Amir mengatakan, acara ini diinisiasi oleh PWNU DKI Jakarta. Mereka berharap bulan Ramadhan ini jadi momentum silaturahmi lintas ormas dan lembaga keagamaan.

“Karena kita ingin pasca pilpres ini suasana Jakarta tetap kondusif, tetap aman, tetap sejuk, tetap damai. Maka kemudian kita bersepakat untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan komitmen keagamaan. Komitmen kebangsaan itu kita tetap menjaga kedaulatan NKRI, menjaga Pancasila, menjaga Undang-Undang Dasar 45, dan tentunya menjaga kebhinnekaan yang selama ini kita pahami dan kita miliki bersama,” ujarnya.

“Nah terkait komitmen keagamaan, kita ini umat Islam yang mayoritas di Indonesia. Kita juga terkenal memiliki budaya timur yang santun, damai. Ini selaras dengan perjuangan Rasulullah, dengan perjuangan Islam, yang Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, untuk semua bukan hanya untuk kalangan Islam sendiri. Tapi untuk seluruh makhluk bahkan. Karena komitmen itulah, kita mengajak saudara-saudara kita, pimpinan-pimpinan ormas, tokoh ormas, habaib, ulama, yang kemarin pada Pilpres itu ada di 01 maupun di 02, kita bersama-sama berkomitmen menjaga Jakarta,” sambung Husny Mubarok.

Ketua Tanfizi FPI DKI Jakarta KH Abdul Majid dalam sambutannya mengapresiasi PWNU DKI Jakarta. 

“Kalau kita simak dengan tema ‘Merajut Kembali Tenunan Rasa Kebangsaan Kita’, kalau kita simak dengan teliti berarti tenunan rasa kebangsaan kita ada yang robek. Apakah robek dengan sendirinya atau ada yang merobek? Kembali kepada kita masing-masing,” kata KH Abdul Majid.

“Kalau robek dengan sendirinya, ada yang tidak benar. Kalau ada yang merobek, siapa yang merobek? Saya yakin para tokoh-tokoh agama saat ini berusaha kembali untuk merajut tenunan rasa kebangsaan. Tapi ingat, kita merajut jangan lupa siapa yang merobek. Kalau memang robek dengan sendirinya mari kita rajut. Tapi kalau ada yang merobek, cari siapa yang merobek. Berikan sanksi yang merobek,” sambungnya.

KH Abdul Majid mengatakan, warga negara Indonesia sejak dulu sudah bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. “Ada Islam, ada Katolik, ada Budha, ada Hindu, ada Protestan, dan Konghucu. Kebetulan ada Bapak-bapak dari FKUB yang biasa bertemu, saling berkoordinasi. Di tataran atas kita saling koordinasi. Dari FPI dengan FKUB. Apa lagi FPI ini kalau boleh dikatakan anaknya NU. Namanya anak NU pasti menghormati. Ini yang merobek kadang-kadang yang membikin gara-gara. Sehingga anak sama bapak jadi berantem. Ini yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

“Jadi tugas kita bersama. Satu adalah merajut kembali, kita rajut kembali. Dua, Cari siapa yang merobek. Kasih sanksi. Jangan kita rajut tapi yang merobek kita biarkan. Bahkan ada indikasi dipelihara yang merobek,” sambungnya.

Dalam acara ini juga dibacakan komitmen bersama oleh para tokoh yang hadir. Berikut isi komitmennya:

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

FORUM SILATURAHIM ORMAS DAN LEMBAGA KEAGAMAAN PROVINSI DKI JAKARTA, BERKOMITMEN UNTUK:

1. Meneguhkan kembali komitmen keagamaan dan komitmen kebangsaan serta merajut dan merawat kembali Ukhuwah Islamlyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah insaniyyah.

2. Menjaga dan ikut bertanggung jawab terciptanya suasana yang aman, sejuk dan damai di ibu kota Jakarta pasca-Pileg dan Pilpres 2019 dengan jujur dan adil.

3. Berkontribusi secara aktif dan partisipatif dalam membangun masyarakat Jakarta yang toleran, sebagai bagian penting dalam pembangunan Indonesia.

4. Menggerakkan kesadaran sejarah bangsa Indonesia tentang peran penting pembangunan jati diri bangsa dan membangun serta menjaga kedaulatan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945.

5. Membangkitkan kesadaran intelektual, kesadaran emosional dan kesadaran spiritual masyarakat Jakarta dalam memenangkan persaingan global dan mengkonstruk peradaban Indonesia dan dunia yang rahmatanlilalamiin.

Jakarta, 13 Mei 2019

PWNU DKI Jakarta, PW Muhammadiyah Jakarta, Forum Betawi Rempug, DPD FPI DKI Jakarta, Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) DKI Jakarta, JIC, DMI Jakarta, KODI Jakarta, PW Persis DKI Jakarta, PW Al Washliyah DKI Jakarta, Pengurus Wilayah Syarikat Islam DKI Jakarta, Majelis Rasulullah, Syamsi Syumus, Laskar Betawi, Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Bamus Betawi, Pw Persis DKI Jakarta, Forkabi, PMD Laskar Merah Putih DKI Jakarta, Darul Hasyimi, Al- Muwasholah, Singa Timur, Bang Japar, MATAKIN DKI Jakarta, FK Ulum DKI Jakarta, FSTM Jakarta, Format Fatahillah, PGIW DKI Jakarta, DPD KNPI DKI Jakarta, Himpunan Bina Muallaf Indonesia.
(hri/hri)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *