Begini Cara Rekatkan Kebersamaan Warga di Nganjuk dan Madiun Usai Pemilu

Sekitar seribu warga Nganjuk bersama polisi memadati alun-alun dan menggelar goyang dayung bersama. Acara goyang dayung sebagai tanda suksesnya pesta demokrasi, pileg dan pilpres yang damai di Nganjuk.

Acara yang dikemas dalam gerakan kampamye dengan tema mari bersatu bangun Indonesia, dengan tujuan mengajak komponen masyarakat untuk kembali menjalin kebersamaan. 

“Hari ini kita bersama seluruh segenap elemen masyarakat Kabupaten Nganjuk, melaksanakan kegiatan kampanye gerakan dengan tema mari bersatu bangun Indonesia kita semua bersaudara. Hal ini dilaksanakan mengingat pasca kegiatan Pileg dan Pilpres 2019 kemarin, harapan kami semua dan bahkan harapan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Nganjuk kembali bersama-sama bergandengan tangan dalam rangka tetap menjamin persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Wakapolres Nganjuk, Kompol David Triyo Prasojo kepada wartawan di lokasi Minggu (7/7/2019).

Di Kabupaten Madiun, ratusan pecinta sepeda memadati jalan Raya Madiun Ponorogo dan perkampungan. Bersama jajaran polres Madiun, warga yang di kenal kampung pesilat ini melakukan gowes untuk merayakan berakhirnya masa pemilu yang berlangsung damai hingga putusan MK.

“Ini kita kegiatan gowes bersama dalam rangka, bahwa rangkaian kegiatan Pileg dan Pilpres kemarin, salah satunya di PHPU di MK berakhir. Ya kita berharap kita semua bersatu,” ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan saat finis gowes di halaman Gor Tunggal Panaluan Polres.

Sementara itu, warga Kota Madiun bersama polisi dan Forkopimda menggelar olahraga bersama. Sekitar seribu warga tampak tumpah ruah mengikuti jalan santai dan bagi dorprize oleh Polres Madiun kota.

“Tujuh bulan lebih kita melaksanakan pesta demokrasi. Terjadi kotak-kotak dan banyak warna. Kita ingin merekatkan kembali,” ujar Kapolresta Madiun AKBP Nasrun Pasaribu kepada wartawan.

Kegiatan olahraga bersama ini, kata Nasrun, bertujuan agar masyarakat dapat kembali bersatu setelah tujuh bulan melampaui tahapan pemilu. 
“Perselisihan usai tidak ada lagi dukungan nol satu dan nol dua. Yang ada bersatu membangun bangsa,” tandas Nasrun.

Sumber : news.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *