Begini Radikalisme dan Intoleran Dicegah di Gorontalo

RAKYATINFO.COM – Potensi timbulnya radikalisme pada siswa sekolah di Provinsi Gorontalo harus dicegah sejak dini. Potensi sikap intoleran ini terbaca dari hasil survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun lalu.

Sikap intoleran ini dapat berkembang melalui pendidikan “bawah tanah” yang dilakukan oleh oknum tertentu atau dalam bentuk lain seperti melalui media sosial yang diakses siswa.

Radikalisme ini tercermin dari sikap yang menganggap orang lain salah dan dirinya yang paling benar, menolak keberagaman, dan mudah mengatakan di luar kelompoknya sebagai orang kafir.

Untuk mengantisipasi gejala ini, 3 orang guru dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Gorontalo telah mengikuti workshop “Harmoni dari Sekolah” yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo.

“Potensi radikalisme harus ditangani sejak dini dengan pendekatan yang persuasif,” kata Kasim Sude, seorang guru MTsN 1 Kota Gorontalo, Jumat (5/7/2019)

Workshop yang bertema intergrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan harmoni kebangsaan tersebut diikuti para guru SD/MIN, SMP/MTsN dan MAN/SMA/SMK Seprovinsi Gorontalo.

“Program Harmoni dari Sekolah ini bertujuan mencegah tumbuh dan berkembangnya radikalisme dan terorisme pada siswa. Guru diharapkan bisa mengantisipasi sejak dini,” ujar Kasim Sude,

Ia berpendapat guru sebagai pendidik adalah unjung tombak yang efektif dalam mencegah paham radikalisme di lingkungan sekolah atau madrasah.

Kasim Sude menambahkan pentingnya pengarahan nilai agama sebagai landasan moral, hakekat keberadaan manusia, dan lingkungan. Siswa harus diberikan kesadaran dalam berpikir dan bertindak dengan baik agar tidak jauh dari nilai agama yang membawa harmoni kebangsaan.

Sumber : www.genpi.co
Editor : Rosyid A Azhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *