Ketua DPR Dukung Rencana Kemendikbud Sempurnakan Pengajaran Pancasila

Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyempurnakan pengajaran Pancasila agar nilainya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bamsoet meminta pengajaran itu diterapkan dari tingkat PAUD hingga SMA.

“Mendukung rencana Kemendikbud tersebut dan diharapkan dapat segera diterapkan di seluruh sekolah, mulai dari PAUD hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).

Bamsoet juga mendorong Kemendikbud dan Dinas Pendidikan untuk memberi pelatihan kepada guru terkait strategi pengajaran Pancasila tersebut. Ia juga meminta agar para guru mencontohkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

“Mendorong Kemendikbud melalui Disdik meminta kepada guru agar mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, tidak hanya dalam mata pelajaran saja, namun guru harus ikut serta mencontohkan nilai-nilai dari Pancasila tersebut di kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah, guna membentuk sikap dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak didik,” paparnya.

Bamsoet juga mendorong Kemendikbud menerapkan sistem pemberian hadiah (reward) maupun hukuman (punishment) dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di sekolah. Ia berharap hal itu bisa menjadi pedoman bagi guru dan peserta didik.

“Mendorong Kemendikbud mengimbau kepada sekolah agar dapat menerapkan sistem reward and punishment dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah, sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru maupun anak didik dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Bamsoet.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan akan menyempurnakan mata pelajaran (mapel) pendidikan kewarganegaraan dengan penanaman nilai-nilai Pancasila. Hal ini dilakukan untuk membentuk sikap para siswa menjadi insan pancasilais.

“Kita sempurnakan mata pelajaran yang sekarang bernama PPKn itu. Jadi setelah kita evaluasi ketika dulu mata pelajaran PMP (pendidikan moral Pancasila) kita satukan dengan kewarganegaraan menjadi tidak fokus. Terutama di dalam hal pemahaman yang mendalam tentang Pancasila,” ujar Muhadjir saat jumpa pers di kantornya, Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

“Kemudian guru lebih fokus pada penyajian pelajaran berupa pengetahuan bukan dalam arti pembentukan sikap, yaitu rencana itu akan kita pisah pelajaran kewarganegaraan dan pendidikan Pancasila, dan Pancasila betul-betul pada penanaman nilai berarti ke arah sikap karakter insan Pancasilais,” lanjutnya.

Kemendikbud meluncurkan program penanaman nilai Pancasilauntuk menyempurnakan mata pelajaran Kewarganegaraan. ‘Kurikulum’ ini akan diberikan kepada para guru melalui pelatihan. Pendekatan nilai Pancasila dalam mata pelajaran nantinya akan berupa praktik langsung.

“Ini lah yang dimasukkan ke dalam pelatihan para guru. Itu yang sekarang nanti guru kita latih pendekatan Pancasila ini bukan hanya mendengarkan saja, tapi praktik langsung,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan, Supriano.

Sumber: https://news.detik.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *