TNI-Polri Harus Jaga Pancasila

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para perwira remaja TNI-Polri terus menjaga dan melindungi Pancasila dari gempuran ideologi dari luar. Sebab, ke depan akan sangat berat dan kompleks ditengah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjalan sangat cepat.

“Ada karakter kebangsaan yang kokoh menjaga NKRI dan Pancasila yang sejati. Tanggung jawab saudara-saudara sangat besar. Saudara-saudara harus terus melindungi Pancasila dari gempuran gelombang ideologi-ideologi luar, harus menjaga Binneka Tunggal Ika, menjaga toleransi terhadap perbedaan antar anak bangsa, dan menjaga persatuan dalam keberagaman Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membacakan amanat dalam upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7). Presiden Jokowi menjadi Inspektur Upacara bagi 781 perwira TNI- Polri.

Selain itu, Presiden meminta perwira remaja TNI-Polri terus memegang teguh kode etik perwira dan jati diri sebagai perwira TNI-Polri.

“Junjung tinggi kehormatan dan kecintaan sebagai perwira TNI-Polri. Pelihara kekompakan dan persatuan sesama perwira dengan tetap menghormati fungsi dan tugas masing- masing. Melangkahlah ke gelanggang pengabdian dengan tegar, optimisme, dan penuh percaya diri,” tegas Presiden.

Presiden lalu menyinggung perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi lewat revolusi industri 4.0 telah melahirkan banyak teknologi baru. Teknologi tersebut banyak mengubah cara-cara hidup masyarakat dunia.

“Media sosial telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berinteraksi. Ada baiknya, tapi banyak juga risiko-risikonya. Advance robotic dan artificial intelligent telah mempermudah kita di banyak hal, termasuk di dunia kemiliteran dan kepolisian. Tetapi di saat yang sama juga menimbulkan jenis-jenis kejahatan baru yang menjadi tantangan kita bersama,” ucap Presiden.

Lulusan Terbaik

Ia menambahkan bahwa revolusi industri 4.0 membawa perubahan ribuan kali lebih cepat dibandingkan dengan revolusi industri sebelumnya.

“Dunia sekarang ini penuh dengan distrupsi, penuh perubahan, penuh risiko. Dunia semakin kompleks dan penuh juga dengan kejutan yang sering jauh dari kalkulasi kita,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden melantik 781 Perwira Remaja TNIPolri di Istana Merdeka, Jakarta. Dari 781 Perwira tersebut, 259 dari Akademi Militer (244 putra, 15 putri), 117 Akademi Angkatan Laut (103 putra, 14 putri), 99 Akademi Angkatan Udara (90 putra, 9 putri) dan 306 Akademi Kepolisian (256 putra, 50 putri).

Pelantikan tersebut berdasarkan Kepres Nomor 53 TNI tahun 2019, dan Nomor 54 Polri tahun 2019 Tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akmil dan Akpol Menjadi Perwira TNI dan Perwira Kepolisian RI.

Sementara itu, dari 781 yang dilantik, terdapat empat perwira remaja peraih predikat terbaik atau Adhi Makayasa. Pertama, peraih Adhi Makayasa dari Akmil (AD), Letnan Dua (Letda) Fajar M Al Farouk dari Korps Penerbang Angkatan Darat (Penerbad). Kedua, peraih Adhi Makayasa dari AA L bernama Letda Ariz Pama Yudhaprawira dari korps pelaut.

Ketiga, peraih Adhi Makayasa dari AA U yang bernama Letda M Ihza Nurrabanni dari Korps Teknik, dan keempat peraih Adhi Makayasa dari Akpol yakni Inspektur Dua Muhammad Idris.

Sumber : http://www.koran-jakarta.com/tni-polri-harus-jaga-pancasila/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *