Pelajar Karanganyar Sepakat Tolak Radikalisme

Pelajar NU Karanganyar berkolaborasi dengan Forum Intelektual Muda (FIM) Karanganyar mengadakan Dialog Kebangsaan bagi pelajar SMA/Sederajat. Kegiatan yang diikuti 180 pelajar dari berbagai sekolah ini mengambil tema Upaya Pelajar Karanganyar Memahami Pancasila yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (29/08).

Kegiatan ini mengundang pemateri dari instansi pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh pergerakan antara lain Bupati Karanganyar Juliyatmono, Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama,  Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi, dan penulis buku dan Tokoh Muda Islam dari Jawa Timur Moh Adib Amrullah.

Ketua Panitia, M Wahid Agung kepada NU Online mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan rasa nasionalisme bagi seluruh generasi muda di Kabupaten Karanganyar.

“Ada keresahan pelajar NU dan FIM bahwa pelajar saat ini yang kian marak terpapar ajaran intoleran dan radikalisme,” kata Wahid. 

Pemanteri memaparkan upaya yang dapat dilakukan guna mengantisipasi gerakan radikalisme di kalangan pelajar. “Gerakan radikal perlu diantisipasi oleh segenap lapisan masyarakat dan pemerintahan,” ujar Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Bupati Karanganyar dalam merespons gerakan radikalisme dengan menjelaskan bahwa agama dan Pancasila tidak perlu dibenturkan. Karena keduanya tidak bertentangan. 

“Para pendiri bangsa kita adalah orang-orang cerdas. Ada banyak pihak di antaranya adalah para ulama. Semua sepakat bahwa Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia,” tegas Bupati.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang hangat dari peserta. Mereka merasa senang dengan adanya kegiatan dialog kebangsaan ini. Salah satu peserta memberikan apresiasi bahwa kegiatan ini dapat memberikan wawasan terhadap generasi muda terkait bahaya radikalisme.

“Dengan wawasan ini generasi muda dapat terhindar dari paham yang bertentangan dengan NKRI,” beber Ma’ruf salah seorang peserta. 

Makruf berharap, para pihak untuk sering-sering menggelar dialog dengan pelajar dan masuk kelembaga-lembaga pendidikan di Kabupaten Karanganyar, sehingga pelajar tercerahkan dan terhindar dari gerakan radikalisme.

“Acaranya ini sangat menarik dan harapannya pada kesempatan lain para pihak bisa masuk ke lembaga pendidian untu memberian pencerahan kepada pelajar,” imbuhnya. 

Pada akhir kegiatan, peserta bersama-sama membacakan deklarasi pelajar Karanganyar menolak radikalisme yang disaksikan oleh Bupati dan jajarannya. 

Sumber : nu.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *