GP Ansor Ajak Masyarakat Tangkal Radikalisme di Medsos

 Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang mengajak masyarakat menangkal gerakan radikalisme yang diselipkan melalui platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain. GP Ansor menilai perlu mengajak masyarakat lantaran radikalisme lewat digital sangat mudah mempengaruhi masyarakat lain.

Ketua GP Ansor Semarang Rahul Saiful Bahri ingin memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai bagaimana paham radikalisme telah disebarkan melalui media sosial.

“GP Ansor Kota Semarang berkomitmen menjaga keutuhan Pancasila dan NKRI. Siapapun dan lewat manapun yang ingin memecah belah dan mengusik dasar negara Pancasila menjadi Khilafah, maka kami akan jadi garda terdepan untuk menolaknya,” tegas Rahul, Minggu (22/9) dalam Simposium Kebangsaan dengan tema Pencegahan Radikalisme di Media Sosial.

Dia menjelaskan, radikalisme melalui media sosial tidak bisa dianggap sepele. Jika provokasi disebar oleh kelompok intoleran kemudian diterima oleh orang yang belum memiliki bekal keagamaan yang mumpuni, maka akan rentan terpapar.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, permasalahan utama suburnya radikalisme di media sosial adalah banyaknya warganet yang tidak bertanggung jawab memprovokasi dan menyebar hoaks.

Menurut Hendrar, menangkal hal-hal hoaks di medsos bisa dilakukan dengan argumen yang lebih kuat untuk meluruskan kabar yang sebelumnya keliru. Generasi muda sebagai pengguna media sosial terbanyak juga diminta memahami untuk menangkal radikalisme untuk menjaga Pancasila dan NKRI dari pihak yang ingin menggeser ideologi bangsa.

Hendi, sapaan akrab Hendrar mengaku miris dengan persoalan radikalisme. Sebab, semakin hari pertumbuhannya semakin banyak. Tidak hanya anak muda, Hendi menyebutkan ada satu-dua orang profesor di perguruan tinggi negeri juga diduga ikut terpapar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *