TNI AD Lakukan Penguatan Ideologi Pancasila

Pancasila  harus menjadi pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia. Sebab itu penguatan Pancasila harus benar-benar dilakukan sejak dini agar semua masyarakat paham tentang Pancasila, yang telah  mempersatukan semua masyarakat adalah Pancasila. Sehingga ideologi Pancasila harus dipertahankan.

“Kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme, dan perang saudara. Dengan adanya Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut, karena dalam butir-butir Pancasila telah mengajarkan  hidup rukun dan bergotong-royong. Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil, dan makmur di tengah kemajemukan,” ujar Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.Ip., M.Si., dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Coffee Morning dengan Keluarga Besar TNI, dengan tema “Peran Serta HIPAKAD dalam Penguatan Ideologi Pancasila” di Aula Maditziad, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Dikatakan Aster Kasad bahwa hubungan TNI AD dengan Keluarga Besar TNI telah terjalin sejak mulai dibentuk sampai dengan sekarang, karena di dalam kepengurusannya diisi para purnawirawan TNI dan para putra-putri purnawirawan yang sudah sepatutnya terus saling memberikan  motivasi guna mendukung kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai.

Menurut Aster Kasad, pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harus terus ditingkatkan. Oleh sebab itu, Aster Kasad mengajak peran aktif khususnya HIPAKAD (Himpunan Putra- Putri Angkatan Darat) dan jajarannya untuk menjaga dan mengamalkan Pancasila secara konsekuen dan bertanggung jawab.

Menyinggung ancaman yang dihadapi bangsa kita akhir-akhir ini, Aster Kasad menekankan  perlunya penanaman karakter bela negara dalam jiwa kaum muda milenial dalam rangka menghasilkan generasi masa depan yang berkualitas dan produktif.

“Karakter bela negara menjadi penting dalam proses pembelajaran di sekolah, di Universitas bahkan di keluarga sekalipun. Bentuk bela negara  saat ini tidak hanya harus dibekali pendidikan formal, tetapi juga harus dibekali semangat nilai-nilai bela negara,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga diisi ceramah tentang Pancasila  oleh Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Dr. Drs. Karjono Atmoharsono S.H., M.Hum. Dikatakan Karjono bahwa Pancasila sebagai ideologi negara artinya Pancasila merupakan pandangan hidup seluruh rakyat indonesia. Ideologi Pancasila bersifat terbuka artinya ideologi Pancasila dapat berkontribusi sesuai kemajuan zaman dengan tetap berlandaskan ideologi Pancasila atau nilai-nilai Pancasila.

Terkait permasalahan bangsa saat ini, seperti upaya penggantian ideologi, Narkoba, KKN, terorisme, radikalisme dan lain-lain, maka solusinya menurut Karjono adalah menegakkan ideologi Pancasila, cinta kepada bangsa dan negara (NKRI), bebas Narkoba dan berbudaya Indonesia, Cinta Tanah Air, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Pada kesempatan tersebut turut memberikan sambutan Ketua Umum PPAD Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Kegiatan Coffee Morning ini juga diikuti Waaster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, S.Ip., Wadan Pusterad, Kapok Sahli Kasad Bidang Idpol, Para Paban Sterad, Paban Sahli Kasad, Para Danrem dan Dandim Kodam Jaya, Para Dir Pusterad, Aster Kasdam Jaya,  Aster Kas Kostrad, Aster Kopassus, Ketua dan Pengurus HIPAKAD serta Keluarga Besar TNI.

Sumber : harianterbit.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *