5 Tahun Jokowi, Apa Saja Capaian di Sektor Pangan

Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis mengapresiasi sistem kerja dan berbagai capaian Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengurus kebutuhan pangan nasional selama 5 tahun terakhir.

Kata Hamdan, keberhasilan ini tertoreh melalui peningkatan produksi dan naiknya kesejahteraan petani.

“Buat saya, hasil pertanian yang dibangun selama 5 tahun ini sungguh mengagumkan sekaligus menggembirakan. Kenapa? Coba kita lihat, selama ini kita hampir tidak pernah mendengar lagi keluhan tentang ketersediaan beras. Yang ada adalah kabar produksi beras meningkat dan surplus,” ujar Hamdan, belum lama ini.

Khusus mengenai beras, lanjut Hamdan, pemerintah dengan jelas telah menunjukan angka statistik yang tidak bisa dibantah oleh siapapun. Angka tersebut diantaranya soal kebijakan mekanisasi yang berdampak pada swasembada.

“Istilah swasembada beras saat orde baru terkalahkan oleh swasembada saat ini. Saya melihat sendiri bahwa beras kita juga mampu diekspor. Saya kira inilah super swaswmbada beras yang sesungguhnya karena nyata mampu memberi makan jutaan penduduk Indonesia,” katanya.

Di samping itu, Hamdan juga menyoroti tingkat kesejahteraan petani yang semakin tinggi. Data ini bukan semata asumsi pribadi karena angka yang dikeluarkan langsung dari angka-angka Badan Pusat Statistik (BPS).

“Petani di kampung mengalami peningkatan kesejahteraan karena pemerintah menyedikan bibit dan benih unggul. Saya rasa semua ini dicapai secara spektakuler pada masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla,” katanya.

Senada dengan Hamdan, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sudirman menyampakan apresiasi yang sama. Kata dia, pertanian Indonesia secara umum memasuki tahap perkembangan signifikan dalam mewujudkan lumbung pangan dunia.

“Secara umum pertanian 5 tahun terakhir sudah berhasil. Meski neraca perdagangan kita (khusus pangan) sempat defisit. Tapi hari ini ekspor meningkat. Ini merupakan indikator kebrhasilan Kementan dengan berbagai teknologi yang mengarah pada peningktan produksi, efisiensi, dan daya saing produk,” katanya.

“Saya pribadi melihat pembangunan pertanian sangat berhasil karena faktanya tingkat penghidupan petani di banyak desa sudah membaik. Kalau kita bicara tentang Road Map Lumbung pangan dunia, saat ini kita sedang mengarah ke sana,” sambung dia.

Sudirman menambahkan, berbagai keberhasilan dan peningkatan produksi yang dicapai kementerian pertanian saat ini tidak terlepas dari keberanian Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam mengeluarkan banyak kebijakan dan program strategis lain, seperti penangkapan mafia pangan.

“Yang pasti, strategi Kementan buat saya sudah on the track. Sekarang tergantung upaya kita dalam mengefektifkan strategi dan mengefisienkan implementasinya, terutama di tingkat petani dengan lahan yang sempit,” tukasnya.

Sumber : finance.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *