Bamsoet: Tak Ada Agama Mengajarkan Radikalisme dan Terorisme

RAKYATINFO.COM, Jakarta – Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengutuk keras berbagai tindakan radikal dan paham terorisme. Padahal, semua ajaran agama pada prinsipnya selalu mengajarkan cinta, kasih sayang, dan kebajikan.

“Sejatinya para teroris tidak mempunyai agama dan tidak pantas disebut sebagai orang beragama. Mereka seringkali memperoleh informasi sesat tentang ajaran agama dari berbagai media sosial maupun forum-forum tertutup. Inilah tugas besar sekaligus tantangan para pemuka dan tokoh agama serta para cendekiawan untuk terus menyebarkan ajaran agama yang sesungguhnya, agama yang menyejukkan, yang penuh dengan nilai-nilai kebajikan,” ujar Bamsoet saat menghadiri peresmian Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah seperti dalam keterangannya, Jumat (11/10/19).

Melihat penyebaran Islam di Indonesia, Bamsoet secara khusus mengapresiasi kegiatan dakwah organisasi kemasyarakatan Hidayatullah yang menurutnya telah menyebarkan Islam dengan penuh cinta dan kasih sayang.

“Kini Hidayatullah, sebagaimana juga organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial keagamaan lainnya, menghadapi tantangan disrupsi informasi teknologi. Disrupsi tersebut seperti dua sisi keping mata uang. Di satu sisi membawa keuntungan, di sisi lainnya jika tidak disikapi dengan bijak malah akan membawa dampak merugikan,” tutur Bamsoet.

Bamoet menyebut Revolusi Industri 4.0 menyebabkan masyarakat jadi sangat bergantung kepada teknologi informasi seperti media sosial. Karena itu, Hidayatullah diminta Bamsoet harus mampu mengembangkan dakwahnya melalui media sosial sehingga ekosistemnya dilimpahi arus informasi keagamaan yang menyejukkan, bukan arus informasi keagamaan yang menyesatkan serta bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Melalui Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah yang memiliki empat lantai ini, ditunjang dengan sarana dan prasarana seperti ruang produksi konten publikasi dakwah, insyaallah akan menjadi oase bagi umat Islam khususnya, maupun bagi masyarakat pada umumnya, agar dapat memperoleh informasi seputar ajaran islam secara kaffah. Sehingga, mampu menangkal paham radikalisme dan terorisme. Selain, semakin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” pungkas Bamsoet.

Sumber : detik.com
Editor : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *