Tolak Penyebaran Kebencian yang Bisa Rusak Persatuan Bangsa

RAKYATINFO.COM – Kebebasan berekspresi sudah seharusnya menghargai hak dasar orang lain. Jika berlebihan justru akan melahirkan masalah. Pancasila sebagai ideologi bangsa menjadi senjata ampuh untuk melawan intoleransi.

“Jadi kita harus mengembalikan kembali Pancasila sebagai alat, sebagai ideologi bangsa. Pancasila itu harus menjadi acuan dari cara beripikir, bertindak, bernalar, berelasi semua anak-anak bangsa itu agar tidak terjadi yang namanya intoleransi,” ujar Tokoh dari Gerakan Suluh Kebangsaan Romo Benny Susetyo dalam keterangannya, Senin (18/11).

Dengan memegang teguh pada Pancasila, Benny meminta seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu melawan dan menolak adanya intoleransi yang terjadi. Menurutnya, intoleransi kalau dibiarkan berkembang dapat menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Masyarakat harus berani menolak penyebaran kebencian yang menyebarkan bibit-bibit permusuhan yang bisa merusak persatuan bangsa. Biasanya intoleransi itu muncul dari ujaran kebencian. Kalau itu terjadi masyarakat harus laporkan kepada pihak berwajib, jangan didiamkan,” tuturnya.

Lebih lanjut Benny mengungkapkan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila itu dapat menjadi acuan hidup sehari-hari di masyarakat untuk menghindarkan bangsa ini dari intoleransi.

“Harus ada pendidikan nilai-nilai Pancasila, baik di dalam pendidikan nilai-nilai sekolah, nilai keluarga, nilai masyarakat. Karena sejatinya itu adalah tradisi yang telah lama ada di masyarakat Indonesia, seperti gotong royong serta guyub rukun bersaudara,” jelas Romo Benny.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu peran serta pemerintah dan pejabat terkait untuk memberikan contoh keteladan kepada masyarakat dalam menjalankan Pancasila. Selain itu pria yang juga Rohaniawan ini juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tidak boleh ragu-ragu dalam menghadapi intoleransi.

Dia memberi contoh intoleransi itu tentang ancaman yang berkaitan dengan kebebasan masyarakat untuk berkeyakinan dan beragama.

“Jadi ketika ada orang yang melakukan ancaman, intimidasi dan dengan sengaja melarang kebebasan beragama orang lain, polisi harus bertindak karena itu sudah mengganggu ketertiban umum. Karena Pancasila menjamin setiap orang untuk mengekspresikan keagamaannya, dan negara menjamin setiap orang untuk memeluk agama masing-masing dan itu harus itu dihormati,” tandasnya.

Sumber : merdeka.com
Editor : Didi Syafirdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *