BPIP: Generasi Milenial Harus Mampu Terima Kemajemukan

Bandung, RakyatInfo.com – Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo mengimbau pemuda pada era sekarang harus benar-benar menjadi generasi milenial yang sesungguhnya. Menurut Romo Benny, generasi milenial sesungguhnya adalah generasi yang menerima kemajemukan dan keberagaman.

“Generasi milenial sesungguhnya adalah generasi yang mampu menerima dan melintasi keetnisan, kesukuan, keagaman, serta kemajemukan lainnya dengan penuh persatuan dan kerukunan,” ujar Romo Benny dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Ideologi Pancasila Bagi Organisasi Keagamaan dan Kepemudaan di Hotel Grand Aquila Bandung, Jawa Barat, 27 November-1 Desember 2019.

Acara Pendidikan dan Pelatihan Ideologi Pancasila ini diselenggarakan Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP. Acara ini dihadiri oleh 120 peserta dari 36 organisasi di Wilayah Jakarta dan Bandung.

Selain itu, Romo Benny juga mengingatakan agar organisasi masyarakat dan komunitas dalam melakukan kegiatan keorganisasian dan praktik lainnya harus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Menurut dia, nilai-nilai Pancasila bisa memperkuat persatuan.

“Harus mengaktualisasikan Pancasila untuk memperkuat persatuan,menerima kemajemukan, gotong royong, menciptakan relasi, dan kerukunan,” tegas Romo Benny.

Romo Benny juga mengatakan bahwa generasi milenial harus bisa menggunakan kemajuan teknologi untuk membangun inovasi dan kreasi yang membangun ide, gagasan, dan kesadaran nasionalisme. Generasi milenial harus memanfaatkan teknologi untuk memperkuat semangat kebangsaan dan toleransi.

“Teknologi tidak boleh dilihat sebagai tujuan dari generasi milenial, tetapi sarana untuk membangun semangat kebangsaan, nasionalisme, toleransi dan persatuan,” terang dia.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Baby Siti Salamah menjelaskan bahwa tujuan dari acara pelatihan ini adalah untuk membangun hubungan baik antar agama dan membentuk karakter generasi muda.

“Acara pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk menjalin hubungan baik antar organisasi keagamaan yang akan memperkuat antar umat beragama. Selain itu, juga untuk membentuk karakter generasi muda,” ungkap Baby Siti.

Sementara Direktur Penyelanggaraan Pendidikan dan Pelatihan BPIP Marsudi Sarwono menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan ini peserta mampu memaknai, merefleksikan, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

“Tujuan diadakannya kegiatan pendidikan dan pelatihan ini agar peserta mampu memaknai, merefleksikan dan menghargai nilai-nilai Pancasila serta mengimplementasikannya,” pungkas Marsudi.

Sumber: BeritaSatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *