Mahfud: Pancasila tidak Ketinggalan Zaman

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengapresiasi keterlibatan aktif anak muda dalam perwujudan nilai-nilai Pancasila. Di era seperti ini, kata dia, Pancasila tidak ketinggalan zaman dan menjadi pedoman bernegara dan bermasyarakat bagi generasi muda.

“Menyuburkan semangat Pancasila adalah tugas kita bersama. Karena sungguh Indonesia beruntung punya negara yang merdeka dan berdasar Pancasila,” ungkap Mahfud saat berdialog dengan Komunitas Pancasila Muda secara daring, Senin (1/6).

Selain membahas mengenai Pancasila sebagai ideologi yang merekatkan kehidupan berbangsa dan bernegara, Komunitas Pancasila Muda juga memaparkan hasil survei tentang seberapa penting Pancasila bagi milenial. Dari hasil survei ditemukan, 61 persen responden pada umumnya yakin dan setuju nilai-nilai Pancasila sangat penting dan relevan bagi mereka.

Sebagian berpendapat, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila sudah sempurna sebagai pedoman bernegara, bermasyarakat, dan berbangsa bagi para milenial. Sebagian lain berpendapat, Pancasila memang merupakan sumber dari segala sumber hukum, dasar falsafah negara, dan ideologi negara.

Selain itu, sebanyak 19,5 persen merespons netral terhadap pentingnya Pancasila bagi mereka. Sisanya, sebanyak 19,5 persen responden merasa tidak yakin nilai-nilai Pancasila penting atau relevan dalam kehidupan mereka.

Sebagian responden juga merasa Pancasila hanya sekedar nama atau tinggal teori dan tidak tahu maknanya. Sementara sebagian lain menyampaikan tidak pernah diberi pelajaran sejarah mengenai perjuangan untuk mendapatkan arti Pancasila. Sehingga, hanya memfungsikan Pancasila sebagai pajangan karena nilainya sudah tidak diterapkan lagi.

“Mari kita berkerja keras. Saya yakin Pancasila muda yang ikut di dalam forum ini maupun yang tidak bisa hadir, itu adalah bagian yang sangat setuju dengan nilai-nilai Pancasila sehingga adalah tugas saudara dan kita semua untuk lebih mensosialisasikan agar yang netral agar lebih yakin dan yang tidak paham untuk lebih paham,” jelas Mahfud.

Survei yang dilakukan pada akhir Mei 2020 itu diikuti oleh responden pengguna Instagram dan Facebook aktif, berusia antara 18 – 25 tahun dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia. berada di kota-kota besar dan kawasan rural, jenis kelamin pria sebanyak 68 persen dan perempuan 32 persen. Survei ini dilakukan secara terbuka, dan dapat ditemukan lewat unggahan #PancasilaMuda.

Sumber: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *