Kemenkominfo: Infrastruktur Komunikasi Menopang Pembangunan Ekonomi

 Percepatan transformasi digital menjadi prioritas utama nasional pemerintah. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan percepatan pembangunan infrastruktur sektor komunikasi dan informatika guna menopang pembangunan ekonomi di Indonesia.


Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, I Nyoman Adhiarna mengatakan, pemerintah berkomitmen mewujudkan transformasi digital di Indonesia.

Hal itu dikatakan ketika menjadi pemateri acara World AI Show 2020 di Jakarta Kamis, 9 Juli 2020, kemarin.  Hal ini sekaligus untuk membantu percepatan bagi UKM petani dan nelayan menuju Digital Society. Itu juga untuk mewujudkan hal tersebut  Kementerian Kominfo saat ini sedang melakukan beberapa inisiatif. Salah satunya membangun infrastruktur TIK mulai dari pengembangan jaringan broadband hingga pemasangan jaringan kabel atau fiber optik yang tersebar di seluruh Indonesia.


Kominfo juga  tengah membangun jaringan sinyal 4G agar merata di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Dalam sesi diskusi, Nyoman menyatakan infrastruktur menjadi pondasi utama untuk aliran data  antarperangkat dan platform dalam jaringan.


“Kemampuan untuk mengakses dan menransfer data juga sangat penting agar Artificial Inteligence (AI)  berfungsi optimal. Kominfo mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk mengembangkan infrastruktur. Seluler, tulang punggung, layanan satelit ke daerah-daerah terpencil di Indonesia,” jelasnya.


Disaat yang sama Nyoman juga  memaparkan lansekap adopsi AI dalam sektor publik di Indonesia, jika Kementerian Kominfo juga mengambil inisiatif memenuhi kebutuhan sumberdaya manusia melalui program stimulus pelatihan guna membekali  tenaga kerja di Indonesia.

“Kominfo mempersiapkan SDM pada level basic, intermediate dan advance. Di level dasar pengguna internet didorong untuk lebih positif dan produktif. Sementara, technical skill meliputi bidang-bidang keilmuan seperti AI, Machine Learning, IoT, Cloud Computing, Cyber Security, AR, VR, dan lain sebagainya. Sedangkan keahlian yang lebih tinggi yaitu, C- Level atau Chief-Level di Private Sector maupun Public Sector. Dengan begitu, maka transformasi digital di Indonesia itu bisa terwujud segera bagi seluruh elemen masyarakat,” paparnya.

Untuk saat ini area-area potensial untuk implementasi AI adalah di bidang kesehatan, layanan pemerintah dan juga e-commerce. Tentunya ada adopsi AI yang tersebar luas di Indonesia. Namun, tidak ada penelitian dan penilaian terperinci  yang berkaitan dengan beberapa kemungkinan implementasi di sektor publik sehingga  platform e-commerce ekosistem startup fintech secara aktif telah mengadopsi penggunaan teknologi AI. 

“Indonesia juga dapat bertahan dalam memanfaatkan sejumlah pengguna data untuk mendukung kemajuan berkelanjutan dan penyebaran AI. Dari satu chatbot sederhana ke yang lain seperti untuk manajemen inventaris serta analisis rantai pasokan,’’ jelasnya.

Selain itu, kata Plt. Direktur, Indonesia kini sedang mengupayakan pembangunan pusat data nasional (NDC) untuk menyediakan layanan cloud pemerintah. Namun demikian, tidak ada layanan cloud maupun sistem AI di dalamnya.


Sebagai penutup, Plt. Direktur Ekonomi Digital menyatakan, penerapan teknologi AI pada aplikasi peduli lindungi telah diterapkan pada tahap awal adopsi. Aplikasi ini juga bertujuan sebagai bagian dukungan Surveilans Kesehatan, yang dilakukan sesuai dengan regulasi bidang kesehatan, kebencanaan, telekomunikasi, informatika, dan bidang terkait lainnya.

“Pemerintah Indonesia melalui Kominfo sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meyakini kehadiran Aplikasi tersebut sangat berguna untuk memberikan masukan bagi pemerintah sebagai pembuat kebijakan untuk mengambil keputusan,” tandasnya.


Acara World AI Show 2020 diisi pula oleh Ketua BPP Teknologi Hammam Riza, Head of Specialist Engineering Google Singapore Jay Jenkins, Head of Data Analytics Jakarta Smart City Juan Intan Kanggrawan, dan West Java ICT Agency untuk Pemda Provinsi Jakarta, Setiaji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *